facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • SEJARAH
  • MAKANAN
    • DAUN SINGKONG
    • ARSIK
    • SAKSANG
  • ADAT ISTIADAT
    • ULOS MULA GABE
    • MANGOKKAL HOLI
    • Category
  • TARIAN
    • DAIRI TAK GARO-GARO
    • SIGALE-GALE
    • PISO SURIT
    • TOPING HUDA-HUDATONGKAT PANALUAN
  • WISATA
    • DANAU TOBA
    • BUKIT LAWANGSALJU PANAS
    • DANAU LINTING

SUMATERA UTARA

by : Dessy Oktaviani


 Bukit Lawang
Bukit Lawang, sebuah destinasi wisata kabupaten Langkat yang berlokasi di kaki Gunung Leuser. Tempat ini merupakan salah satu pusat rehabilitasi bagi orang utan di Sumatera Utara. Bukit lawang merupakan areal perbukitan dengan pepohonan yang hijau, sungai dengan air yang jernih sehingga cocok untuk bersantai dan melepas penat dari pekerjaan sehari-hari. Tempat wisata di Sumatera Utara yang populer ini memang sangat indah sehingga sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan tiap tahunnya, selain dapat melihat orang utan, di sini para pelancong juga sering berenang dan berendam di aliran-sungai Bahorok, Sungai Bahorok yang merupakan sungai terbesar di kawasan ini sangat cocok dijadikan wisata air seperti tubbing. Para pengunjung dapat menikmati derasnya aliran sungai Bahorok sambil meluncur di atas ban karet yang dapat memacu adrenalin anda.

April 07, 2018 No komentar

SALJU PANAS DOLOK TINGGI RAJA






Berlokasi di Desa Dolok Tinggi Raja, Sumatera Utara, Salju Panas Dolok Tinggi Raja murupakan sebuah kawasan bukit kapur dengan warna yang unik. Mirip dengan sebuah danau, Salju Panas Dolok Tinggi Raja memiliki warna tanah yang unik yaitu bewarna putih sehingga menyerupai salju. Selain itu, di tengah-tengah kawasan ini terdapat danau air panas yang berwarna biru kehijauan. Salju Panas Dolok Tinggi Raja adalah salah satu tempat wisata di Sumatera Utara yang belum terkenal namun sangat menarik untuk dikunjungi, namun perlu diingat bahwa jalan menuju Salju Panas Dolok Tinggi Raja kualitasnya kurang bagus bahkan banyak warga setempat yang meminta uang.

April 07, 2018 No komentar

Danau Linting




Danau Linting memang tidak sepopuler Danau Toba, namun Danau Linting adalah salah satu tempat wisata di Sumatera Utara yang menarik. Danau Linting merupakan sebuah danau vulkanik dengan ukuran sekitar 1 hektar dan mengandung belerang sehingga warna airnya bewarna kehijauan. Apabila anda ingin berenang berhati-hatilah karena Danau Linting yang berlokasi di Kabupaten Deli Serdang memiliki kedalaman lebih dari 100 meter. Harga tiket masuk Danau Linting adalah 5,000 Rupiah.
April 07, 2018 No komentar

Danau Toba


Danau Toba adalah danau yang paling terkenal di Indonesia karena ukurannya yang besar dan keunikan yang berupa adanya sebuah pulau di tengah Danau Toba. Dengan panjang sekitar 100 KM dan lebar sektiar 30 KM, Danau Toba adalah danau vulkanik yang terbesar di Asia Tenggara.Danau Toba adalah tempat wisata di Sumatera Utara yang paling terkenal, sehingga tidak perlu kuatir apabila anda ingin menginap di Danau Toba karena di sepanjang tepian Danau Toba banyak terdapat penginapan.

April 07, 2018 No komentar

 Istana Maimun



Istana Maimun yang saat ini sudah menjadi ikon kota Medan, Sumatera Utara adalah sebuah peninggalan Kerajaan Deli. Sejak tahun 1946, istana ini dihuni oleh ahli waris kesultanan Deli. Istana seluas lebih dari 2,700 meter ini memiliki lebih dari 30 buah ruangan dengan desain interior yang merupakan perpaduan budaya Melayu, Islam, Itali, Spanyol, dan Italia. Selain berfoto-foto di bangunan bersejarah ini, pengunjung juga dapat melihat-lihat koleksi perabotan Belanda kuno, koleksi foto-foto kelaurga sultan, dan koleksi macam-macam senjata. Berlokasi di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Kecamatan Medan Maimun, Medan, Istana Maimun sudah menjadi salah satu tempat wisata di Sumatera Utara yang selalu dikunjungi oleh orang yang datang ke kota Medan. Harga tiket masuk Istana Maimun adalah 5,000 Rupiah per orang.

April 07, 2018 No komentar

DAUN SINGKONG TUMBUK

Hasil gambar untuk DAUN SINGKONG TUMBUK

Penggunaan daun singkong sebagai olahan khas daerah di Indonesia memang agak jarang didengar orang, namun di Medan mereka punya daun singkong tumbuk yang terbuat dari daun ubi kayu. Penyebutan kuliner yang satu ini sangatlah beragam, tergantung dari daerah mana ia dibuat, mulai dari silalat, gule bulung gadung, dan parcak. Untuk membuatnya cukup mudah, karena hanya perlu menyiapkan bumbu halus dari cabai merah, bawang merah, kunyit, dan bawang putih. Lalu daun singkong yang menjadi bahan utamanya bisa dengan mudah diambil, namun diutamakan daun yang masih muda.
Kemudian diperlukan bahan-bahan lain yakni daun singkong yang telah diiris-iris kasar, lengkuas dan batang serai yang dimemarkan, irisan batang kecombrang, dan teh ebi yang telah diseduh, disangrai, dan dihaluskan. Bahan lain adalah minyak, garam, dan santan. Memasaknya juga mudah, daun singkong dan garam direbus dulu, baru setelah matang ditiriskan dan ditumbuk halus. Bumbu-bumbu di atas termasuk bumbu halus dan lengkuas bersama kawan-kawannya bisa langsung dimasak dengan minyak panas. Terakhir daun singkong dan santan bisa dimasukkan bersama dengan bumbu yang terlebih dahulu masuk. Setelah matang, daun singkong tumbuk sudah bisa disajikan sebagai teman makan nasi. Dengan bahan utama yang hanya daun singkong saja, kandungan serat olahan ini cukup tinggi. Selain kandungan itu, daya tarik lainnya adalah rasanya yang enak, mengingat bumbunya cukup beragam.
April 03, 2018 No komentar

Dairi Tari Tak-Tak Garo-Garo

Tari ini mengambarkan kehidupan burung, terbang kesana kemari mencari makan dan bersendau gurau dengan kawan-kawannya. Tatak Garo- Garo merupakan tatak yang menceritakan tentang seseorang perempuan yang edang mendcari pasangan di kampungnya namun tidak juga menemukannya karena pemuda yang dicari sedang pergi merantau ke kampung seberang. suatu ketika mereka bertemu dan akhirnya pemuda tersebut membawa pulang sang kekasih. Masyarakat Pakpak sendiri menarikan tarian ini ketika masa panen tiba yang menandakan sukacita masyarakat. 

Maret 21, 2018 No komentar

ADAT ISTIADAT 

Acara Adat Pemberian Ulos Mula Gabe (Ulos Menyongsong Kelahiran Anak Sulung).

Dahulu acara adat pemberian "Ulos Mula Gabe" ini dinamai dengan sebutan "Pasahat Ulos Tondi", dimana ulos tersebut diyakini akan menghangatkan roh dari ibu yang akan melahirkan.
Namun setelah pemahaman agama Kristen makin meresap dalam diri dan keyakinan orang Batak, istilah ini tidak dipakai lagi tetapi diganti dengan sebutan pasahat "Ulos Mula Gabe".
Makna dan tujuannya tetap sama hanya sebutan yang diubah dengan dasar pemikiran bahwa hanya Allah lah yang mempunyai otoritas untuk mangulosi tondi atau roh manusia beriman.
Adapun maksud dan tujuan acara tersebut adalah memberi dorongan moral kepada yang akan melahirkan agar kuat dan tegar berani menghadapi peristiwa melahirkan tanpa dibayang-banyangi rasa ngeri dan takut.
Pada masa silam, peristiwa melahirkan itu memang sering dianggap sebagai sesuatu peristiwa yang dahsyat, menakutkan bahkan sering dianggap dekat dengan maut. Sehingga untuk menjadikan orang yang akan melahirkan itu tidak takut dan berserah diri pada kuasa Tuhan, maka diadakanlah acara penguatan Jiwa dan roh tersebut yaitu memberi Ulos Mula Gabe.
Dapat dimaklumi mengapa timbul perasaan takut dikalangan wanita yang baru pertama kali akan melahirkan, tentu karena dia belum pernah merasakan sakitnya orang melahirkan.
Belakangan ini, peristiwa melahirkan sudah tidak begitu menakutkan lagi apalagi seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dimana proses melahirkan sudah diringankan dengan bantuan ilmu kedokteran dan alat teknologi canggih serta obat-obatan.
Acara memberikan "Ulos Mula Gabe" hanya berlangsung sekali dalam seumur hidup seorang ibu yaitu hanya pada saat melahirkan anak sulung, sedang seterusnya tidak ada lagi.
Yang terus berlanjut adalah "acara manaruhon aek na asom" yaitu memberi makan yang baru melahirkan dengan rasa daging yang agak asam. Makanan jenis ini dahulu diyakini sebagai yang akan menguatkan fisik orang yang baru melahirkan.
Acara pemberian ulos mula gabe biasanya dilakukan yaitu 2 bulan sebelum perkiraan waktu akan lahirnya sijabang bayi.
Disebagian daerah ada yang beranggapan bahwa ulos mula gabe itu harus atas permintaan ibu hamil tersebut yaitu dengan mendatangi rumah ayah dan ibunya dimana untuk itu dia bersama keluarga suaminya membawa daging.
Namun disebagian daerah, ada juga yang mengatakan bahwa Parborulah yang harus mengantarkan ulos mula gabe kepada anaknya setelah melihat kondisi kehamilan anaknya sudah semakin mendekat lahir.

Maret 14, 2018 No komentar
Tarian Sigale-gale

https://www.dutamedan.com/2017/08/museum-huta-bolon-simanindo-samosir/
Sigale-gale adalah boneka kayu menyerupai manusia, dan biasanya patung ini berada di rumah adat Batak Desa Tomok. Boneka ini digerakkan oleh manusia yang berada di belakang patung Sigale-gale. Menurut legenda masyarakat suku Batak, Sigale-gale adalah putra tunggal kesayangan dari raja Rahat. Namun Sigale-gale meninggal karena sakit. Raja merasa sangat kehilangn anaknya, kemudian demi mengobati kesedihan raja, maka dibuatlah sebuah boneka kayu yang menyerupai Sigale-gale.
Kemudian diadakan ritual memanggil arwah Sigale-gale, sehingga boneka itu bisa menari-nari dengan iringi musik adat Batak. Kini, tarian boneka kayu ini menjadi daya tarik wisata, dan boneka digerakkan oleh 2 atau 3 orang.


Maret 06, 2018 No komentar

 Mangokkal Holi




















foto: lumbanlobu.blogspot.co.id
Tradisi turun-temurun masyarakat Batak yakni Mangokkal Holi berarti mengambil tulang belulang dari leluhur mereka dari dalam kuburan. Lalu ditempatkan di dalam peti, dan diletakkan dalam buah bangunan tugu khusus untuk menyimpan tulang belulang leluhur.
Tradisi ini membutuhkan biaya besar karena selain memotong hewan ternak, acara dilaksanakan hingga beberapa hari. Semua etnis Batak melaksanakan tradisi Mangokkal Holi, meski nama dari tradisi ini berbeda-beda tiap etnis, yaitu etnis Toba dan Simalungun menyebutnya Mangokkal Holi, pada etnis Karo disebut dengan Nampakken Tulan, serta etnis Pakpak mengenalnya tradisi Mengkurak Tulan.
Namun, inti dan tujuan dari tradisi ini sama, untuk mempertahankan silsilah garis keturunan marga, dan juga menunjukkan eksistensi dan taraf hidup keluarga yang melaksanakannya. Selain itu mereka percaya, dengan menempatkan leluhur di tugu adalah bukti bahwa para penerus dari leluhur tidak pernah lupa dengan nenek moyangnya.



Februari 27, 2018 No komentar

 SAKSANG

Hasil gambar untuk SAKSANG
Jika napinadar adalah olahan dari ayam kampung yang bisa dilumuri darah, saksang juga olahan yang dibumbui darah, namun daging yang digunakan adalah daging babi, anjing, atau kerbau. Namun terkadang, penggunaan darah dihilangkan dan diganti dengan bumbu sambalnya saja yang disebut dengan na so margota. Uniknya, selain diberi hasil cincangan daging dan bumbu, saksang juga diberi dengan santan, berbeda dengan manuk napinadar. Sedangkan bumbu yang digunakan adalah andaliman, cabai, merica, serai, bawang merah, ketumbar, bawang putih, daun salam, kunyit, lengkuas, jahe, dan jeruk perut yang dihaluskan bersama santan.
Makanan khas Sumateara Utara saksang yang dibuat oleh suka Batak-nya Sumatera Utara ini kerap disajikan dengan nasi, karena memang saksang disajikan sebagai lauk. Untuk mendapatkannya bisa dengan mudah menemuinya di rumah makan di Medan atau lapo (kedai tradisional masyarakat Batak untuk makan minum). Selain itu di acara adat, kerap pula disajikan saksang, misalnya saat acara pernikahan. Namun karena dibuat dari daging dan darah yang diharamkan untuk dimakan menurut islam, maka undangan atau tamu muslim tidak memakannya. Tetapi ada juga yang menggunakan daging kerbau dan tanpa darah, sehingga dihalalkan bagi umat islam. Rasa dagingnya sangat enak, belum lagi dengan adanya bumbu rempah yang melimpah yang merasuk sampai ke dalam daging.

Februari 20, 2018 No komentar

 ARSIK

Hasil gambar untuk arsik

Di Kawasan Tapanuli, ada yang namanya arsik ikan yang dibuat menggunakan bahan dasar ikan mas atau ikan-ikan lain. Tapanuli yang notabene adalah kawasan pesisir, rasanya menggunakan ikan adalah salah cara tepat untuk meningkatkan nilai jual ikan. Arsik sendiri yang ditemukan oleh suku Batak, punya nama lain yaitu ikan mas bumbu kuning karena memang dibuat dari bumbu kuning. Namun tidak hanya ikan mas saja yang dijadikan bahan utama, karena ikan lain berupa ikan kakap dan ikan kembung, bahkan ada yang memakai daging babi tetap bisa menjadi pengganti ikan mas.
Dalam membuat arsik, memerlukan bumbu arsik yang dibuat dari perpaduan rempah-rempah seperti asam cikala atau buah kecombrang dan andaliman. Selain itu untuk menciptakan warna kuning seperti namanya bumbu kuning, maka diperlukan lengkuas dan serai. Setelah itu, bumbu halus tersebut akan dilumurkan kedalam ikan yang dipakai secara merata. Uniknya, dalam pembuatan makanan khas sumatera utara arsik, sisik ikannya tidak perlu dibuang. Terakhir, ikan berbumbu tersebut sudah siap untuk digoreng pada api kecil sampai agak mengering. Dengan rasa yang enak dari bumbunya yang meresap, arsik akan nikmat bila dimakan sebagai makanan utama atau dijadikan lauk untuk menemani nasi.

Februari 20, 2018 No komentar

 LEMANG

Hasil gambar untuk lemang
Lemang adalah makanan khas Sumatera Utara yang dikatakan dibuat oleh bangsa Melayu, sehingga tersebar luas di Indonesia, Singapura, Malaysia, bahkan Brunei Darussalam. Di Indonesia, khususnya Sumatera Utara adalah salah satu wilayah yang paling dikenal sebagai tempat termudah mendapatkannya, bahkan salah satu kotanya bernama kota Tebing Tinggi punya julukan ‘Kota Lemang‘. Apa sih Lemang itu ? Lemang adalah makanan yang dibuat dari beras ketan yang telah bercampur dengan santan dengan proses pemasakan menggunakan perantara bambu. Biasanya sebelum dimasukkan ke bambu, nasi ketan akan terlebih dahulu dibungkus oleh daun pisang atau memasukkan daun pisang dulu ke bambu baru dimasuki beras ketan.
Yang unik dari pemasakan lemang adalah cara membakarnya, karena biasanya bambu akan dibakar dengan posisi tegak ke arah bara api. Setelah matang lemang bisa disajikan dengan cara langsung dimakan atau diberi tambahan lauk. Masyarakat Tanah Air sendiri kerap mengonsumsinya dengan cara memberi tambahan isian bercita rasa manis seperti kinca, serikaya, dan selai. Namun ada pula yang menambahkan rendang, telur, serta lauk pauk lain, bahkan bisa dikonsumsi bersama buah seperti durian. Rasa lemang original tanpa tambahan adalah rasa asin gurih karena ada santan yang merasuk ke beras ketan, bahkan terkadang ada yang menambahkan garam agar rasa dari makanan pokok Sumatera Utara ini lebih terasa.

Februari 20, 2018 No komentar

Dairi Tari Tak-Tak Garo-Garo




Tari ini menggambarkan kehidupan burung, terbang kesana kemari mencari makan dan bersendau gurau dengan kawan-kawannya. Tatak Garo Garo merupakan tatak yang menceritakan tentang seorang perempuan yang sedang mencari pasangan di kampungnya namun tidak juga menemukannya karena pemuda yang dicari sedang pergi merantau ke kampung seberang. Suatu ketika mereka bertemu dan akhirnya pemuda tersebut membawa pulang sang kekasih. Tatak ini biasa diiringi dengan lagu pertangis-tangis Menci. Masyarakat Pakpak sendiri menari-kan tarian ini ketika masa panen tiba yang menandakan sukacita masyarakat atas panen yang berlimpah.


Februari 13, 2018 No komentar

Tari Piso Surit


Piso Surit adalah salah satu tarian dari suku batak di Sumatera Utara. Tarian ini terinspirasi karena adanya kicauan yang melambangkan seseorang yang menunggu kekasihnya untuk bertemu dengan dia. Dalam bahasa karo piso adalah pisau. akan tetapi arti sebenarnya adalah kicauan burung. Piso Surit juga digunakan sebagai tari penyambutan tamu yang akan datang ke tempat tersebut.

Dalam tarian ini, para gadis menari dengan gerakan naik turun, dan melentikan jari-jemarinya. Mereka menari sesuai dengan lagu yang sama dengan tarian ini adalah lagu piso surit. Gerakan - gerakan ini seperti menggambarkan seorang gadis yang bersedih menantikan kekasihnya.

Fungsi dan makna dalam Tari Piso Surit

Piso Surit  digunakan  sebagai tari penyambutan tamu yang agung atau tamu kehormatan yang datang ke sana.Tari piso surit juga dapat digunakan untuk menyambut tamu yang datang. Maknanya sesuai dengan arti piso surit yaitu menunggu kekasihnya.

Pertunjukkan Piso Surit

tari piso surit biasanya di tampilkan secara berkelompok anatara penari pria dan wanita. Namun ada juga yang hanya menampilkan penari wanita saja. Untuk jumlah penari biasanya terdiri dari lima pasang penari atau lebih tergantung kelompok masing-masing serta acara yang akan dibawakan. Dalam pertunjukkannya, penari menggunakan busana adat dan menai dengan diiringi olen alunan musik tradisional.



Februari 13, 2018 No komentar

Tari Toping-Toping (Huda-Huda)



Toping-toping adalah jenis tarian tradisional dari suku Batak Simalungun yang dilaksanakan pada acara duka cita di kalangan keluarga Kerajaan. Toping-toping atau huda-huda ini terdiri dari 2 (dua) bagian, bagian pertama yaitu huda-huda yang dibuat dari kain dan memiliki paruh burung enggang yang menyerupai kepala burung enggang yang konon menurut cerita orang tua bahwa burung enggang inilah yang akan membawa roh yang telah meninggal untuk menghadap yang kuasa, bagian kedua adalah manusia memakai topeng yang disebut topeng dalahi dan topeng ini dipakai oleh kaum laki-laki dan wajah topeng juga menyerupai wajah laki-laki dan kemudia topeng daboru dan yang memakai topeng ini adalah perempuan karena topeng ini menyerupai wajah perempuan (daboru).

Pada Zaman dahulu penampilan huda-huda atau toping-toping dan tangis-tangis hanya dilaksanakan dikalangan keluarga kerajaan saja.
Tari Manduda

Tari ini berasal dari daerah Simalungun, menggambarkan kehidupan petani yang sedang turun kesawah dengan suasana gembira, mulai menanam padi hingga sampai kepada suasana menuai padi. Gerak memotong padi, mengirik dan menampis padi tergambar melaui motif-motif gerakannya yang lemah gemulai dan lincah.



Februari 13, 2018 No komentar

Tor-Tor Sigale-Gale




Tari Sigale-Gale adalah salah satu kesenian tradisional masyarakat suku Batak di Samosir, Sumatera Utara. Sigale-gale sendiri merupakan sebuah boneka berbentuk manusia yang dapat digerakan serta menari dengan diiringi oleh musik tradisional. Tari Sigale-Gale ini termasuk salah satu kesenian tradisional yang cukup terkenal di Sumatera Utara, terutama di daerah Samosir. Tarian ini biasanya sering ditampilkan di berbagai acara seperti acara adat, acara budaya, bahkan menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan yang datang ke sana.

Sejarah Tari Sigale-Gale

Menurut sejarahnya, boneka sigale-gale sendiri diperkirakan sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Konon boneka tersebut berawal dari cerita seorang raja di Samosir yang kehilangan anak satu-satunya yang telah meninggal. Oleh karena itu raja pun sangat bersedih dan merasa sangat terpukul mengingat bahwa dia adalah anak satu-satunya dan pewaris dari keturunan raja tersebut. Karena kesedihan yang mendalam membuat raja jatuh sakit. Berbagai pengobatanpun diberikan kepada raja, namun tidak mampu menyembuhkan penyakitnya.

Kemudian para penasehat raja menyarankan untuk dibuatkan patung kayu yang menyerupai wajah anak raja. Setelah patung tersebut jadi, kemudian dilakukan beberapa upacara termasuk pemanggilan arwah anak raja agar masuk ke dalam patung tersebut, kemudian patung tersebut ditunjukan pada raja. Ajaibnya setelah raja melihat patung tersebut raja langsung sembuh dan dapat memimpin rakyatnya kembali. Walaupun cerita ini masih belum bisa dipastikan kebenariannya, namun masyarakat di sana, mempercayai cerita tersebut sebagai sejarah adanya boneka serta Tari Sigale-Gale ini.



Fungsi Dan Makna Tari Sigale-Gale

Dalam tradisi masyarakat Batak di Samosir, Tari Sigale-Gale biasanya dilakukan pada upacara kematian, terutama saat laki-laki meninggal. Menurut kepercayaan masyarakat di sana, tarian ini dilakukan untuk mengantar arwah mendiang yang meninggal. Namun seiring dengan berjalannya waktu, tradisi ini mulai jarang dilakukan, sehingga keberadaan boneka sigale-gale pun mulai berkurang. Walaupun begitu, untuk menjaga serta melestarikan tradisi dan budaya mereka, Tari Sigale-Gale ini kemudian dikembangkan sebagai tarian pertunjukan. Dan sering ditampilkan di berbagai acara adat maupun budaya, bahkan menjadi salah satu daya tarik wisata bagi para wisatawan yang datang ke sana.



Kostum Tari Sigale-Gale

Untuk kostum yang digunakan dalam pertunjukan Tari Sigale-Gale biasanya menggunakan busana tradisional khas Batak Samosir, lengkap dengan kain ulos yang menjadi ciri khasnya. Selain para penari, boneka kayu sigale-gale juga dilengkapi dengan busana tersebut. Sehingga terlihat seperti layaknya manusia dan terlihat serasi dengan penari yang mengiringinya

Februari 13, 2018 No komentar

Tor-Tor Tongkat Panaluan



Tari tongkat Panaluan adalah sebuah tongkat yang bersifat magis dan terbuat dari kayu yang telah diukir dengan gambar kepala manusia dan binatang, panjang tongkat tersebut diperkirakan lebih kurang 2 (dua ) meter sedangkan tebalnya / besarnya kira – kira 5-6 cm..

Dalam suku batak tongkat panaluan dipakai oleh para datu dalam upacara ritus, dan tongkat ini dipakai para datu (dukun) dengan tarian tortor yang diiringi gondang (gendang) sabangunan.

Konon menurut sejarah suku batak bahwa Tunggal Panaluan ini merupakan fakta sejarah yang memiliki kisah hubungan terlarang, pada dahulu kala ada seorang raja yang tinggal di desa Sidogor dogor Pangururan di pulau Samosir di teluk perpisahan antara darat dan air, Raja ini bernama Guru Hatiabulan dengan memiliki seorang istri bernama Nan Sindak Panaluan.



Februari 13, 2018 No komentar

Sejarah

Pada zaman pemerintahan Belanda, Sumatera Utara merupakan suatu pemerintahan yang bernama Gouvernement van Sumatra dengan wilayah meliputi seluruh pulau Sumatera, dipimpin oleh seorang Gubernur yang berkedudukan di kota Medan.
Setelah kemerdekaan, dalam sidang pertama Komite Nasional Daerah (KND), Provinsi Sumatera kemudian dibagi menjadi tiga sub provinsi yaitu: Sumatera Utara, Sumatera Tengah, dan Sumatera Selatan. Provinsi Sumatera Utara sendiri merupakan penggabungan dari tiga daerah administratif yang disebut keresidenan yaitu: Keresidenan Aceh, Keresidenan Sumatera Timur, dan Keresidenan Tapanuli.
Dengan diterbitkannya Undang-Undang Republik Indonesia (R.I.) No. 10 Tahun 1948 pada tanggal 15 April 1948, ditetapkan bahwa Sumatera dibagi menjadi tiga provinsi yang masing-masing berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri yaitu: Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Tengah, dan Provinsi Sumatera Selatan. Tanggal 15 April 1948 selanjutnya ditetapkan sebagai hari jadi Provinsi Sumatera Utara.
Pada awal tahun 1949, dilakukan kembali reorganisasi pemerintahan di Sumatera. Dengan Keputusan Pemerintah Darurat R.I. Nomor 22/Pem/PDRI pada tanggal 17 Mei 1949, jabatan Gubernur Sumatera Utara ditiadakan. Selanjutnya dengan Ketetapan Pemerintah Darurat R.I. pada tanggal 17 Desember 1949, dibentuk Provinsi Aceh dan Provinsi Tapanuli/Sumatera Timur. Kemudian, dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 5 Tahun 1950 pada tanggal 14 Agustus 1950, ketetapan tersebut dicabut dan dibentuk kembali Provinsi Sumatera Utara.
Dengan Undang-Undang R.I. No. 24 Tahun 1956 yang diundangkan pada tanggal 7 Desember 1956, dibentuk Daerah Otonom Provinsi Aceh, sehingga wilayah Provinsi Sumatera Utara sebahagian menjadi wilayah Provinsi Aceh.







letak geografis 

Provinsi Sumatra Utara terletak pada 1°- 4° Lintang Utara dan 98° - '100° Bujur Timur. Batas-batas wilayah Provinsi Sumatra Utara adalah:
  • batas di sebelah Utara : Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam,
  • batas di sebelah Timur : Selat Malaka,
  • batas di sebelah Selatan : Provinsi Riau dan Provinsi Sumatra Barat, dan
  • batas di sebelah Barat : Samudra Indonesia.
Wilayah Provinsi Sumatra Utara meliputi daratan utama dan sejumlah pula besar dan kecil. Daratan utamanya di Pulau Sumatra. Sejumlah pulau tersebar di perairan Samudra Indonesia dan Selat Malaka. Luasnya kurang lebih 71.680,68 kilometer persegi.


Hasil gambar untuk peta sumut


Wilayah Provinsi Sumatra Utara beriklim tropis, tanpa suhu yang tinggi. Pada umumnya di siang hari udara terasa hangat dan pada malam hari terasa sejuk. Secara garis besar keadaan iklim di Provinsi Sumatra Utara sebagai berikut:
  • Temperatur udara rata-rata 26,7° C. T
  • Curah hujan rata-rata 2.505 milimeter per tahun, dengan jumlah hari hujan rata-rata 192 hari.








Februari 13, 2018 No komentar

Makanan Khas Sumatera Utara

 Bika ambon 

Hasil gambar untuk bika ambon
Nama bika ambon yang disematkan pada makanan daerah Sumatera Utara ini dikarenaken dia adalah olahan bika yang sedikit dimodifikasi dengan jalan Ambon sebagai tempat pertama kali dijual dan dibuatnya makanan ini. Jalan Ambon sendiri bukanlah jalan di kota Ambon-nya Maluku, melainkan ada sendiri di Medan. Untuk lebih memperjelasnya, bika ambon merupakan sejenis kue yang dibuat dari adonan berupa tepung, santan, gula, dan kuning telur, namun nantinya akan difermentasi dengan menambah air nira. Penggunaan air nira kelapa itulah yang membuatnya berbeda dan menjadi produk baru khas dari ibukota Sumatera Utara, Medan.
Bahkan menurut salah seorang penjualnya, untuk membuat bika ambon agar bisa mengembang sempurna, telur yang dipakai adalah telur ayam yang baru menetas satu hari dan penggunaan santannya, harus berasal dari kelapa pinggir pantai. Tidak hanya itu, adonan yang telah dibuat nantinya harus melalui proses fermentasi air nira selama 7 jam agar benar-benar enak. Baru setelah adonan lengkap telah dibuat, nantinya akan diberi perasa makanan dan dioven selama satu jam. Kue khas Sumatera Utara dengan warna umum kuning ini dapat ditemui di jalan Majapahit, Medan Petisah, bahkan ada sekitar 30 sampai 40 toko yang menjualnya, khususnya sebagai oleh-oleh.


Februari 13, 2018 No komentar


TARIAN SUMATERA UTARA

Tari Tor-Tor Tujuh Cawan


Tari Tor-Tor Tujuh Cawan tidak bisa dipelajari sembarangan orang kecuali kalau memang sudah jodoh. Lewat turun temurun, tarian tujuh cawan dianggap sebagai tarian paling unik karena sang penari harus menjaga keseimbangan tujuh cawan yang diletakkan di kedua belah tangan kanan dan kiri tiga serta satu di kepala.

Tarian tujuh cawan mengandung arti pada setiap cawannya. Untuk cawan 1 mengandung makna kebijakan, cawan 2 kesucian, cawan 3 kekuatan, cawan 4 tatanan hidup, cawan 5 hukum, cawan 6 adat dan budaya, cawan 7 penyucian atau pengobatan. Kegunaan lain dari tarian ini adalah untuk membuang semua penghalang bagi orang yang hadir disitu, tentunya bagi yang percaya. Biasanya manusia punya kegagalan karna ada penghalang bawaan dari lahir, karma, guna-guna, atau akibat perbuatan sendiri.

Dari segi budaya, tarian ini merupakan tarian spiritual tertinggi di Danau Toba. Sekarang tarian ini juga digunakan untuk pelantikan menteri, walikota, bupati dll. Dari dulu tarian ini sudah menjadi kebanggan di kalangan orang Batak. Tarian ini juga dulunya digelar di opera Batak.

Gerakannya se-irama dengan iringan musik (Margondang) yangdimainkan dengan alat-alat musik tradisional seperti gondang,suling, terompet batak, dan lain-lain.







Sumber ;

  • http://www.kamerabudaya.com/2017/11/inilah-10-tarian-tradisional-dari-sumatera-utara-dan-penjelasannya.html 

Februari 06, 2018 No komentar
Newer Posts

APAKAH ANDA MENYUKAI BLOG INI ?

About me

HELLO!! NAMA SAYA DESSY OKTAVIANI. SAYA DARI SEKOALAH LENTERA HARAPAN. SAYA KELAS 10 IPS..... SAYA MEMBUAT BLOG INI KARENA SAYA SUKA DENGAN SUMATERA UTARA. SAYA JUGA BERASAL DARI SUMUT. SAYA BANGGA DENGAN SUMATERA UTARA. BANYAK HAL-HAL YANG UNIK DARI SUMATERA INI......
SAYA BANGGA JADI HALAK BATAKKKK

HORASSSSS!!!!!!!

Follow Us

Labels

Adat Istiadat makanan Sejarah tarian wisata

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2018 (21)
    • ▼  April (6)
      • WISATA
      • WISATA
      • WISATA
      • WISATA
      • WISATA
      • MAKANAN
    • ►  Maret (3)
      • TARIAN
      • ADAT ISTIADAT
      • TARIAN
    • ►  Februari (12)
      • TRADISI
      • MAKANAN
      • MAKANAN
      • Makanan
      • TARIAN
      • TARIAN
      • TARIAN
      • TARIAN
      • TARIAN
      • SEJARAH
      • MAKANAN
      • TARIAN
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates