MAKANAN
SAKSANG

Jika napinadar adalah olahan dari ayam kampung yang bisa dilumuri darah, saksang juga olahan yang dibumbui darah, namun daging yang digunakan adalah daging babi, anjing, atau kerbau. Namun terkadang, penggunaan darah dihilangkan dan diganti dengan bumbu sambalnya saja yang disebut dengan na so margota. Uniknya, selain diberi hasil cincangan daging dan bumbu, saksang juga diberi dengan santan, berbeda dengan manuk napinadar. Sedangkan bumbu yang digunakan adalah andaliman, cabai, merica, serai, bawang merah, ketumbar, bawang putih, daun salam, kunyit, lengkuas, jahe, dan jeruk perut yang dihaluskan bersama santan.
Makanan khas Sumateara Utara saksang yang dibuat oleh suka Batak-nya Sumatera Utara ini kerap disajikan dengan nasi, karena memang saksang disajikan sebagai lauk. Untuk mendapatkannya bisa dengan mudah menemuinya di rumah makan di Medan atau lapo (kedai tradisional masyarakat Batak untuk makan minum). Selain itu di acara adat, kerap pula disajikan saksang, misalnya saat acara pernikahan. Namun karena dibuat dari daging dan darah yang diharamkan untuk dimakan menurut islam, maka undangan atau tamu muslim tidak memakannya. Tetapi ada juga yang menggunakan daging kerbau dan tanpa darah, sehingga dihalalkan bagi umat islam. Rasa dagingnya sangat enak, belum lagi dengan adanya bumbu rempah yang melimpah yang merasuk sampai ke dalam daging.
0 komentar